agen judi bola, judi online, judi bola terpercaya, taruhan bola online, agen sbobet, casino sbobet terpercaya Ilmu Pengetahuan: Health Highlights

Ilmu Pengetahuan

MOVMOV Inspirasi ilmu pengetahuan # Follow us @ Google+ and get weekly updates of new Posted we release regularly

Showing posts with label Health Highlights. Show all posts
Showing posts with label Health Highlights. Show all posts

5 Hal Penyebab Sperma Sehat



Untuk memungkinkan terjadi pembuahan sempurna pada sel telur yang dimiliki perempuan, diperlukan dukungan status kesehatan sperma. Pasalnya, sekalipun dari pihak perempuan sudah memungkinkan untuk mendapatkan keturunan, bila status kesehatan sperma yang ada kurang mumpuni, maka proses pembuahan yang berlanjut kehamilan sulit bisa terjadi. 

Namun jika Anda tengah menjalani program dan sedang mengalami kesulitan untuk mendapatkan momongan, Anda tidak sendiri. Sekitar satu dari tujuh pasangan memiliki masalah ini. Ketidaksuburan atau infertilitas sering dianggap sebagai masalah perempuan, padahal 1/3 dari kasus infertilitas disebabkan oleh masalah pada laki-laki, seperti jumlah sperma yang sedikitNah, betapa pentingnya status kesehatan sperma bagi pria, bukan?
Kemudian yang menjadi pertanyaan, faktor apa saja yang mempengaruhi kesehatan sperma? Bagaimana cara agar saya bisa memproduksi sperma yang sehat? Apa usia mempengaruhi kesehatan sperma? Bagaimana cara agar saya bisa memproduksi sperma yang sehat?
Simak penjelasan berikut ini:

1. Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Kesehatan Sperma?

  • Kuantitas.
    Jika pada satu kali ejakulasi terdapat lebih dari 15 juta sperma/ml, kemungkinan besar Anda subur

  • Kualitas
    Sperma yang normal memiliki bentuk kepala yang bulat dan ekor yang panjang yang berfungsi untuk pergerakan. Semakin banyak sperma Anda yang memiliki bentuk dan struktur yang normal, semakin tinggi kemungkinan tingkat kesuburan Anda

  • Pergerakan
    Anda termasuk seseorang yang subur jika lebih dari 40% sperma Anda bergerak.

    2. Bagaimana Cara Agar Saya Bisa Memproduksi Sperma yang Sehat?


  • Lakukan seks yang aman dan monogami Penyakit menular seksual meningkat risiko ketidaksuburan paling tinggi baik pada pria maupun wanita. Oleh karena itu, selalu gunakan kondom dan jangan berganti-ganti pasangan
  • Diet yang sehat
    Konsumsi banyak buah dan sayur yang tinggi akan antioksidan

  • Hindari obesitas
    Riset menunjukkan bahwa obesitas dapat mempengaruhi kesehatan sperma, baik jumlah maupun pergerakannya

  • Hindari stress Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu kestabilan hormon yang diperlukan untuk produksi sperma
  • Olahraga
     

3. Bagaimana Cara Agar Saya Bisa Memproduksi Sperma yang Sehat?

  • Temperatur yang tinggi
    Peningkatan suhu pada skrotum dapat mengganggu aktivitas produksi sperma. Untuk menjaga kesuburan, hindari menggunakan celana yang terlalu ketat, meletakkan laptop tepat pada paha/selangkangan Anda, berendam di air panas dan sauna. Jika harus bersepeda, naik motor atau duduk terlalu lama, beristirahatlah sejenak.
  • Rokok Rokok dapat menurunkan jumlah sperma, pergerakkan sperma dan merusak bentuk sperma
  • Alkohol & obat narkotika Konsumsi alkohol dan narkotika dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma
  • Pelumas saat berhubungan seksual
    Pelumas, termasuk cairan ludah, jelly, lotion dan produk pelumas yang dijual bebas dapat menganggu pergerakan sperma

4. Apa Usia Mempengaruhi Kesehatan Sperma?

Pergerakkan sperma dan jumlah sperma yang sehat mengalami penurunan setelah usia 50 tahun. Beberapa riset bahkan menunjukkan bahwa wanita yang hamil dengan pria usia lanjut memiliki risiko keguguran yang tinggi dan memiliki anak yang autis atau gangguan jiwa lebih tinggi.

Suatu studi menyebutkan bahwa pria juga memiliki usia biologis, yaitu berkisar antara usia 40 tahun. Sama halnya seperti wanita, pria juga mengalami perubahan pada tubuh dan sistem reproduksinya seiring dengan usia. Walaupun produksi sperma tidak berhenti, tetapi produksi dan struktur transport sperma dapat melemah seiring dengan waktu.  (Baca: 5 Makanan untuk Sperma yang Sehat) Pada pria usia tua, seiring dengan berkurangnya produksi sperma, risiko paparan seperti infeksi dan rokok juga meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Jika DNA sperma lebih dari 40% rusak, maka risiko keguguran juga meningkat.

5. Kapan Saya Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika Anda dan pasangan belum memiliki keturunan setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa kontrasepsi, berkonsultasilah dengan dokter dan mintalah untuk analisa sperma.