agen judi bola, judi online, judi bola terpercaya, taruhan bola online, agen sbobet, casino sbobet terpercaya Ilmu Pengetahuan: RUBRIK SPESIALIS

Ilmu Pengetahuan

MOVMOV Inspirasi ilmu pengetahuan # Follow us @ Google+ and get weekly updates of new Posted we release regularly

Showing posts with label RUBRIK SPESIALIS. Show all posts
Showing posts with label RUBRIK SPESIALIS. Show all posts

Tips Mengatasi Masalah Makan Si Kecil

Si kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan? Tiba untuknya untuk memulai tahap baru dalam hidupnya, yaitu makanan pendamping ASI. Kelihatannya memang mudah. Seperti apa sih memangnya menyuapi makanan? Namun pada kenyataannya, banyak orangtua yang dibuat pusing. Mulai dari si kecil menolak makan hingga ternyata si kecil alergi pada beberapa jenis makanan.


Nah, berikut adalah beberapa masalah umum yang dialami oleh orangtua dalam memberi makan bayinya dan bagaimana solusinya.


1. Si Kecil Menolak Makan


Setiap suapan yang diberikan padanya dimuntahkan kembali? Jangan panik. Ini wajar kok. Pada dasarnya bayi akan menolak makanan baru. Untuk membantu si kecil mau makan, khususnya makanan yang baru ia coba, bunda bisa mulai dengan memberikannya dalam potongan-potongan kecil.

  1. Makan berantakan
Kebanyakan orangtua stress melihat bayinya penuh dengan makanan ketika disuapi. Padahal hal ini adalah tanda bahwa si kecil mulai mandiri. Ketika beranjak 9 bulan, mayoritas bayi ingin mengontrol sendiri cara dan waktu ia makan. Jadi lain kali melihat si kecil mengaduk-aduk makanan dengan jarinya, biarkan saja. Ini cara ia belajar. 

Kiat Memberikan Makan Si Kecil


4. Muntah atau Gumoh

Muntah atau gumoh sangat normal terjadi pada bayi, khususnya ketika masih berusia di bawah 4 bulan. Kondisi ini disebabkan sistem pencernaannya yang masih belum berkembang. Oleh karena itu usia yang baik untuk memulai MPASI adalah usia 6 bulan. Untuk mencegah muntah, coba memberikan makan si kecil dengan perlahan.

5. Alergi

Sekitar 8% bayi akan mengalami alergi. Gejala-gejala seperti ruam, diare, muntah, dan sakit perut akan muncul tiba-tiba. Makanan seperti susu, telur, kedelai, dan kerang dipercaya memicu alergi. Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda alergi, cobalah berkonsultasi dengan dokter anak untuk menentukan makanan yang sesuai.

6. Diare dan sembelit

Diare bisa berdampak pada dehidrasi. Gejalanya adalah mulut kering, kurang buang air kecil, menangis tanpa keluar air mata, penurunan bobot badan, dan mata cekung. Bila si kecil mengalami gejala seperti ini, segera bawa ke dokter.

Nutrisi Tepat sebagai Solusi Alergi Susu Si Kecil

Kualitas tumbuh kembang si kecil ditentukan oleh kualitas makanan yang diberikan oleh orangtuanya. Salah satu yang penting adalah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Soal kandungan nutrisi dan gizi, tak ada yang menandingi ASI.


Sayangnya, tidak semua ibu dapat memberikan ASI pada buah hatinya karena kondisi tertentu. Sebagai penggantinya, susu formula adalah alternatif yang baik karena memiliki kandungan nutrisi yang mirip dengan ASI.


Susu formula yang baik untuk dikonsumsi bayi sehat adalah susu formula dari susu sapi. Mengandung protein susu sapi dan karbohidrat dari lemak susu yang baik sekali untuk tumbuh kembang bayi. Namun ternyata tidak semua bayi dapat mencerna protein susu sapi. Dimana gejala yang muncul kerap kali diiringi dengan diare dan lainnya.


Kemudian bagaimana solusi yang tepat untuk menjawab sumber nutrisi Si Kecil akibat pantangan akibat alergi susu yang dimilikinya?

Solusi Tepat untuk Alergi Protein Susu 

Untuk mengatasi hal ini, Kalbe Nutritional bekerja sama dengan Morinaga Nutrition Research Center Jepang telah menyajikan rangkaian produk Morinaga Chil Kid P-HP (Protein Hidrolisat Parsial) dan Soya yang mengandung nutrisi untuk Brain Care dan Body Defense yang mendukung kecerdasan multitalenta Si Kecil serta kesehatan saluran cerna sehingga daya tahan tubuh Si Kecil meningkat.

Morinaga Chil Kid P-HP adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun dengan manfaat mengurangi risiko alergi bagi Si Kecil yang berbakat alergi. Morinaga Chil Kid P-HP mengandung protein susu yang telah diolah secara enzimatik sehingga lebih mudah dicerna dan mengurangi reaksi hipersensitivitas untuk meminimalisir risiko alergi si kecil.

Sedangkan Morinaga Chil Kid Soya (untuk usia 1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Soya (untuk usia 3-12 tahun)adalah susu pertumbuhan bergizi berbahan dasar isolat protein kedelai. Morinaga Chil Kid Soya dan Morinaga Chil School Soya dapat mengatasi gejala alergi susu sapi pada si kecil yang sudah didiagnosis alergi susu sapi.

Selain itu, Morinaga P-HP dan Morinaga Soya dilengkapi dengan nutrisi tepat Brain Care dan Body Defense yang membantu tumbuh kembang Si Kecil mencapai potensi platinumnya. Brain Care mengandung Kolin, Asam lemak esensial AAL dan AL serta zat besi yang membantu perkembangan otak si Kecil sementara body defense mengandung nutrisi sinbiotik (prebiotik dan probiotik) dengan 2 strain bifidobacteria (BB536 dan M-16V) untuk pertahanan tubuh ganda.

Jadi jangan khawatir lagi bila Si Kecil memiliki alergi susu. Sajikan Morinaga P-HP dan Morinaga Soya untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil dengan bakat alergi untuk tetap bisa tumbuh dan kembang secara optimal menjadi Generasi Platinum, Generasi Multitalenta.


Agen judi bola online 
Suzuki Solo
booster asi, asi booster, dan pelancar asi 

djarum black, clove cigarettes 
cara memperbesar penis, cara membesarkan penis 
toko online, Point of Sale & Mobile App
Jual ramuan madura 

sewa mobil yogyakarta, rental mobil yogyakarta, sewa mobil jogja, rental mobil jogja